SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PEMBANGUNAN SISTEM
INFORMASI
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penyusun
ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kekuatan, kesehatan
dan lain-lain, sehingga Makalah Sistem Informasi Manajemen ini dengan pokok
bahasan mengenai “Pembangunan Sistem
Informasi“ dapat disusun sampai selesai.
Makalah Sistem
Informasi Manajemen ini, disusun untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa yang
mengambil Mata Kuliah ini dan sebagai bahan diskusi. Makalah ini terkonsentrasi
membahas mengenai Pembangunan Sistem
Informasi.
Penyusun telah
berusaha sekuat tenaga dan pikiran dalam menyusun makalah ini. Namun demikian
tentunya masih banyak kekurangan-kekurangannya. Untuk itu penyusun mengharapkan
kritik dan saran-saran yang membangun dari semua pihak demi penyempurnaan isi
Makalah ini untuk masa yang akan datang.
Demikian Makalah ini
disusun dengan harapan semoga bermanfaat bagi para pembacanya.
Palu, 21
September 2015
Kelompok
6
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................ ii
DAFTAR ISI....................................................................................................... iii
BAB I
PENDAHULUAN................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang........................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah...................................................................................... 1
1.3 Tujuan dan Manfaat................................................................................... 2
BAB II
PEMBAHASAN..................................................................................... 3
2.1 Pembangunan Sistem Informasi................................................................ 3
2.2 Definisi Informasi...................................................................................... 5
2.3 Definisi Sistem Informasi.......................................................................... 7
2.4 Konsep Dasar Basis Data.......................................................................... 9
2.5 Perangkat Lunak Dalam Perencanaan Sistem.......................................... 10
BAB III
PENUTUP........................................................................................... 12
3.1 Kesimpulan.............................................................................................. 12
3.2 Saran........................................................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 13
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam
suatu perusahaan, sistem informasi sangatlah di butuhkan. Karena informasi
adalah hal penting bagi pihak manajemen dalam mengambil dan membuat keputusan
atau menjalankan fungsi manajemennya. Sistem informasi yang di perlukan oleh
perusahaan terbagi menjadi dua kelompok yaitu, sistem informasi akuntansi, dan
sistem informasi manajemen.
Sistem
informasi akuntansi itu ialah,suatu proses yang tersistematis yang di gunakan
perusahaan untuk mengolah data terkait dengan proses kuntansi,hasil dari sistem
informasi akuntansi ini ialah adalah laporan keuangan. Sedangkan sisstem
informasi manajemen ialah, suatu proses suatu proses yang tersistematis yang di
gunakan perusahaan untuk mengolah data terkait dengan proses manajemen. Hasil
dari seistem ini ialah laporan pengendalian internal perusahaan dan
kebijikan-kebijakan internal perusahaaan.
Agar
dapat menerapkan sistem informsi mnajemen yang baik dan tersistematis, maka perusahaan perlu
mengetahui cara-cara yaang harus di tempuh dalam melaksanakan pembangunan
sistem informasi manajemen. Oleh karena itu, penulis kali ini, akan menulis
makalah yang berkaitan dengan pembangunan sistem informasi manajemen, dengan
judul “ pembangunan sistem informasi manajemen”.
1.2 Rumusan Masalah
dari uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah
dalam makalah ini adalah apkah cara yang di tempuh untuk melaksanakan
pembangunan sistem informasi ?
1.3 Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah, untuk mengetahui
cara yang dapat di tempuh untuk melaksanakan pembanguna sistem informasi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pembangunan
Sistem Informasi
2.1.1
Pengertian Pembangunan
Sistem Informasi
Mengenai sistem informasi Jogiyanto.
H.M., (1995:11) menyebutkan : “Sistem informasi adalah suatu sistem yang di
dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi
harian, mendukung operasi, bersifat menajerial dan kegiatan strategi dari suatu
organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang
diperlukan”.
Sedangkan pengertian sistem informasi
John F. Nash dan Martin B. Robert, (1990:5) adalah : “Sistem informasi
merupakan kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat, teknologi, media
prosedur dan pengendalian yang dimaksud menata jaringan komunikasi yang
penting, pengolahan atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu
manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan
keputusan yang tepat”.
Dari dua pengertian tersebut maka dapat
disimpulkan bahwa pengertian sistem informasi adalah sistem yang terdiri dari
manusia, fasilitas, alat, media dan prosedur yang digunakan untuk membangun
jaringan yang bersifat rutin dan membantu manajemen dalam pengambilan keputusan
dan menyediakan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkannya.
Pembangunan sistem informasi merupakan
hal yang penting dalam perkembangan sistem informasi. Berikut ini definisi
pembangunan sistem informasi (Information System Development) menurut
para ahli :
a.
Kumpulan kegiatan para
analis sistem, perancang, dan pemakai yang mengembangkan dan
mengimplementasikan sistem informasi James Senn,(1989).
b.
Proses membangun dan
mengimplementasikan sistem informasi sedemikian rupa sehingga sistem informasi
tersebut menjadi ada/diwujudkan Toto Suharto,(2002:2).
c.
Proses merencanakan,
mengembangkan, dan mengimplementasikan sistem informasi dengan menggunakan metode, taktik, dan alat bantu
pengembangan tertentu
2.1.2
Defenisi Sistem
“Bahwa sistem yaitu suatu jaringan
kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama
untuk suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.” Al-Bahra
(2005:2) “Sistem adalah kumpulan/group dari bagian atau komponen apapun baik
fisik ataupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama
secara harmonis untuk mencapai suatu tujuan tertentu.” Susanto Azhar (2000:17) “Suatu Sistem
adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul
bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan ata menyelesaikan suatu sasaran
tertentu.” Andri Kristanto (2008:1).
Berdasarkan definisi diatas maka sistem adalah kumpulan
suatu jaringan yang saling berinteraksi atau saling berhubungan untuk melakukan
suatu kegiatan untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkan. Suatu sistem yang
baik harus mempunyai tujuan dan sasaran yang tepat karena hal ini akan
menentukan dalam mendefinisikan masukan yang dibutuhkan sistem dan juga
keluaran yang dihasilkan. Dengan Sistem Informasi berbasis komputer dapat mempermudah
dalam pengelolaan data atau informasi yang dibutuhkan, sehingga informasi yang
dihasilkan lebih cepat dan lebih baik daripada informasi yang dihasilkan sistem
informasi yang dikelola secara manual.
2.1.3
Model umum suatu Sistem
Menurut Gordon. B. Davis (1985) model
umum dari suatu sistem adalah terdiri dari masukan, pengolahan, dan keluaran.
Al-Bahra (2005:7) Dapat digambarkan sebagai berikut:
Masukan Keluaran
|
|||
Gambar 2.1 Model Umum Suatu Sistem
(sumber
: Buku Analisis dan Desain Sistem Informasi oleh :Al-Bahra bin
Ladjamuddin)
2.2 Definisi
Informasi
Menurut Witarto (2004:8) informasi
adalah rangkaian data yang mempunyai sipat sementar, tergantung dengan waktu,
mampu memberi kejutan atau surprise pada penerimaannya. Informasi adalah data
yang sudah diolah, dibentuk atau dimanipulasi sesuai dengan keperluan tertentu
atau hasil dari pengolahan data yang secara prinsip memiliki nilai atau value
yang yang lebih dibandingkan mentah Dari definisi di atas dapat disimpulkan
Bahwa informasi merupakan data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih
berguna dan lebih berarti bagi yang menerima sehingga dapat dijadikan sebagai
dasar dalam pengambilan keputusan. Tanpa suatu informasi, suatu sistem tidak
akan berjalan dengan lancer dan akhirnya bisa mati.
2.2.1
Pengolahan Data
Pengolahan data adalah waktu yang
digunakan untuk menggambarkan perubahan bentuk data menjadi informasi. Semakin
banyak data dan kompleksnya aktivitas pengolahan data dalam suatu organisasi,
maka metode pengolahan data yang tepat sangat dibutuhkan. Salah satu metode
pengolahan data adalah dengan media pengolahan data yang menggunakan komputer.
Menurut Andri Kristanto (2008:9)
Operasi yang dilakukan dalam pengolahan data antara lain :
1.
Input Data
2.
Transformasi Data
a.
Calculating, adalah operasi aritmatika terhadap
data field yang dimasukkan.
b.
Summarizing, adalah proses akumulasi beberapa data
c.
Classifying, data grup-grup tertentu:
· Categorizing atau mengkategorikan data kedalam suatu
group berdasar karakteristik tertentu.
· Sorting data kedalam bentuk yang berurutan
· Merging atau menggabungkan dua atau lebih
kumpulan data berdasarkan kriteria tertentu
· Matching data berdasarkan keinginan pengguna
terhadap grup data
3.
Output Data
a.
Displaying result, yaitu menampilkan informasi yang
dibutuhkan pemakai melalui monitor atau cetakan.
b.
Reproducing, penyimpanan data yang digunakan untuk
pemakai lain yang membutuhkan.
c.
Telecommunicating, penyimpanan data secara elektronik
melalui saluran komunikasi
2.2.2
Siklus Informasi
Perhatikan gambar berikut ini.
|
|
|
![]() |
|||||||||
|
|||||||||
Gambar 2.2. Siklus Pengolahan data
(sumber : Buku Sistem Informasi dan
Aplikasinya oleh :Andri Kristanto)
Dari gambar diatas menjelaskan bahwa data
yang merupakan suatu kejadian yang menggambarkan kenyataan yang terjadi
dimasukan melalui elemen input kemudian data tersebut akan diolah dan diproses
menjadi suatu output dan output tersebut adalah informasi yang dibutuhkan.
Informasi tersebut akan diterima oleh pemakai atau penerima, kemudian penerima
akan memberikan umpan balik yang berupa evaluasi terhadap informasi tersebut
dan hasil umpan. balik
tersebut akan menjadi data yang akan dimasukan menjadi input kembali. Begitu seterusnya.
2.2.3
Kualitas Informasi
Menurut Andri Kristaanto (2008:10)
Kualitas informasi tergantung dari :
a.
Akurat berarti informasi harus bebas dari
kesalahan-kesalahan dan tidak bisa atau menyesatkan.
b.
Tepat waktu berarti informasi yang datang kepada penerima
tidak boleh terlambat.
c.
Relevan berarti informasi mempunyai mafaat bagi penerima.
d.
Ekonomis, efisien dan dapat dipercaya
2.2.4
Nilai Informasi
Nilai
informasi ditentukan oleh dua hal, yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkan
informasi tersebut. Suatu informasi dikatakan bernilai apabila manfaatnya lebih
efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Kegunaan informasi adalah
untuk mengurangi hal ketidakpastian didalam proses pengambilan keputusan
tentang suatu keadaan.
2.3 Definisi
Sistem Informasi
“Suatu
sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan
transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari
suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan laporan
yang diperlukan”. Al-Bahra (2005:9) Sistem informasi harus didesain terpadu
diantara unit-unit di dalam organisasi. Suatu sistem informasi yang ada
diantara unit-unit organisasi atau departemen-departemen harus dapat
berhubungan dan dapat berkomunikasi dengan baik. Teknologi komunikasi data
dapat diterapkan untuk maksud integrasi ini. Integrasi akan meningkatkan
kebutuhan dari koordinasi dan sinkronisasi dari operasi di dalam organisasi.
Integrasi
ini perlu karena organisasi harus dipandang sebagai satu kesatuan unit sistem.
Sasaran dari sistem informasi adalah untuk menyediakan system informasi multilevel,
cross-functional, tepat waktu, akurat, relevan, kepada semua komponen
organisasi. Oleh karena itu sistem informasi perlu dirancang di dalam
organisasi, karena organisasi merupakan sistem yang saling mempengaruhi dan
saling bekerja sama antara orang yang satu dengan orang lain dalam
suatukelompok untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang telah disepakati
bersama.
2.3.1
Komponen Sistem
informasi
Untuk
mendukung lancarnya suatu sistem informasi dibutuhkan beberapa komponen yang
fungsinya sangat vital di dalam sistem informasi. Menurut Andri Kristanto
(2008:13) Komponen sistem informasi tersebut adalah sebagai berikut : input,
proses, output, teknologi, basis data dan kendali.
2.3.2
Sumber Daya Sistem
Informasi
Teknologi informasi merupakan
perkembangan dari teknologi computer yang dipadukan dengan teknologi
telekomunikasi. Teknologi informasi dapat dikatakan sebuah suatu teknologi yang
berhubungan dengan pengolahan data menjadi informasi dan proses penyaluran informasi
tersebut dalam batas – batas ruang dan waktu. Komputer adalah satu produk dalam
domain teknolog informasi, yang lainnya adalah modem, router, Oracle, SAP,
Printer, Multimedia dan lain sebagainya. Dalam hal ini, teknologi informasi
hanya merupakan salah satu komponen kecil saja. Komponen lainnya secara umum
adalah proses dan prosedur, strutur organisasi, SDM, model-model untuk
analisis, perencanaan, pengendalian, dan pembuatan keputusan serta database.
Suatu sistem informasi yang baik, belum tentu memiliki komponen teknologi
informasi. Sementara itu, computer memegang peranan penting dalam penciptaan
suatu produk. Makanya system informasi yang berguna dapat dihasilkan dan
dialirkan. Secara umum Sistem informasi merupakan kombinasi dari orang (people), perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), jaringan computer (communications network) dan sumber daya yang dihimpun,
ditranformasi, dan mengalami proses pengendalian dalam suatu organisasi.
2.4 Konsep
Dasar Basis Data
Basis Data menunjukkan suatu kumpulan
data yang dipakai dalam suatu lingkungan perusahaan atau instansi-instansi.
Penerapan basis data dalam sistem informasi disebut sistem basis data (database system).
2.4.1
Pengertian Basis Data
Basis data dapat didefinisikan sebagai
berikut : “Basis data merupakan kumpulan data (arsip) yang saling berhubungan
yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi)
yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.” Fathansyah (2002:21).
“Basis data adalah sistem berkas terpadu yang dirancang terutama untuk
meminimalkan pengulangan data.” Kadir Abdul (2004:9). Berdasarkan definisi
diatas, basis data adalah himpunan berkas yang disusun untuk menghindari
redudansi data dan dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.
2.4.2
Tujuan Pengeloaan Basis Data
Tujuan utama dalam pengelolaan basis
data adalah pengaturan data agar terdapat kemudahan dalam pengambilan kembali
data tersebut. Berikut ini terdapat beberapa tujuan dari basis data diantaranya
yaitu :
1.
Kecepatan dan kemudahan (Speed)
2.
Efisiensi ruang penyimpanan (Space)
3.
Keakuratan (Accuracy)
4.
Ketersediaan (Avaibility)
5.
Kelengkapan (Completeness)
6.
Keamanan (Security)
7.
Kebersamaan (Sharability)
2.5 Perangkat
Lunak Untuk Perencanaan Sistem
2.5.1
Pengertian
Perancangan Sistem
Mengenai perancangan sistem Jogiyanto,
H.M., (1989:196) menjelaskan : Desain sistem menentukan bagaimana suatu sistem
akan menjelaskan apa yang mesti diselesaikan; tahap ini menyangkut
mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari
suatu sistem sehingga setelah instalasi dari sistem akan benar-benar memuaskan
rancang bangun yang telah telah ditetapkan pada akhir tahap analisis sistem.
Dengan demikian desain sistem dapat
diartikan sebagai berikut :
1.
Tahapan setelah analisis dari siklus penghubung sistem.
2.
Pendefinisian dan kebutuhan-kebutuhan fungsional.
3.
Persiapan unutuk
rancang bangun implementasi.
4.
Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.
5.
Berupa pengambaran,
perencanaan dan pembuatan skesta .
6.
Termasuk menyangkut
mengkofigurasi dari komponen komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari
suatu sistem.
2.5.2
Perangkat Lunak
Perancangan
Perancangan sistem dalam pembentukannya
ada dua metode pendekatan yang pertama yaitu top down, pada metode ini sistem diturunkan dari
pemetaan secara global yang kemudian akan menurun ke arah yang lebih
deskriptif. Metode ini dapat dianalogikan sebagai pembuatan rumah yang dimulai
dari aspek yang paling mendasar yaitu fondasi hingga bagian terkecil sedangkan
metode yang kedua adalah bottom-up, di mana sistem dipetakan dari satuan
terkecil sehingga ke satuan terbesar, misalnya perakitan mobil. Pada perakitan
mobil seolah-olah dimulai dari yang terkecil misalnya sebuah mur pada mesin
hingga badan mobilnya sendiri.
Perancangan
sistem berdasarkan teknik pembuatannya terdiri atas tiga jenis teknik dengan
alat bantu atau perangkat lunaknya adalah sebagi berikut :
1.
Perancangan terstruktur
2.
Perancangan Konvensional
3.
Perancangan OOD (object oriented diagram) dari Coad dan Yourdon.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pembangunan sistem informasi merupakan
hal yang penting dalam perkembangan sistem informasi. Sistem informasi adalah
sistem yang terdiri dari manusia, fasilitas, alat, media danprosedur yang
digunakan untuk membangun jaringan yang bersifat rutin dan membantu manajemen
dalam pengambilan keputusan dan menyediakan informasi bagi pihak-pihak yang
membutuhkannya.Pada zaman sekarang ini pembangunan sistem informasi sangat diperlukan
dalam pengembangan atau kemajuan membangun suatu perusahaan.Perusahaan
dikatakan baik apabila sistem informasinya sudah sesuai atau sudah sejalan
dengan Konsep Dasar Sistem Informasi.
3.2 Saran
Pembangunan sistem informasi harus
memiliki informasi serta sistem perancangan yang baik dalam perusahaan.
Sehingga perusahaan dapat berkembang dan bersaing dengan perusahaan yang lain.
DAFTAR PUSTAKA
