BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Organisasi Perusahaan adalah suatu
proses dimana terdapat orang-orang yang saling berkomunikasi dan berinteraksi
pada perusahaan tersebut. Organisasi Perusahaan juga disebut suatu rangka dasar
yang menjadi tempat orang-orang melangsungkan kegiatannya untuk menerima,
menyimpan, mengolah, menyajikan informasi, dan merawat aktiva yang mencakup
susunan staf, alokasi tugas, dan tanggung jawab dalam mengelola data, memasok
informasi untuk pembuatan keputusan dan merawat aktiva. Setiap perusahaan, baik yang
bergerak dibidang produksi, jasa maupun industri, pada umumnya memiliki tujuan
untuk memperoleh keuntungan. Supaya dapat mencapai tujuan itu, perusahaan
memerlukan sistem manajemen efektif yang akan menunjang jalannya operasi
perusahaan secara terus-menerus dan tingkat efektivitas kerja karyawan juga
perlu diperhatikan.
Wewenang
adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan
atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu.Penggunaan wewenang
secara bijaksana merupakan faktor kritis bagi efektevitas organisasi. peranan
pokok wewenang dalam fungsi pengorganisasian, wewenang dan kekuasaan sebagai
metoda formal, dimana manajer menggunakannya untuk mencapai tujuan individu
maupun organisasi.Wewenang formal tersebut harus di dukung juga dengan
dasar-dasar kekuasaan dan pengaruh informal. Manajer perlu menggunakan lebih
dari wewenang resminya untuk mendapatkan kerjasama dengan bawahan mereka,
selain juga tergantung pada kemampuan ilmu pengetahuan, pengalaman dan
kepemimpinan mereka
B.
Rumusan Masalah
1. Apakah
Pengertian Struktur Dan Desain Organisasi.?
2. Apa
Saja Unsur-Unsur Organisasi Itu.?
3. Apakah
Pengertian Wewenagn.?
4. Wewenang Lini, Staff Dan Fungsional.?
5. Apa sajakah Jenis Jenis
Informasi itu.?
6. Hal Apa saja yang dapat
Mempengaruhi Kualitas Informasi.?
BAB
II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Organisasi
Organisasi adalah sebuah perkumpulan atau wadah bagi
sekelompok orang untuk bekerja sama, terkendali dan terpimpin untuk tujuan
tertentu. Organisasi biasanya memanfaatkan suatu sumber daya tertentu misalnya
lingkungan, cara tau metode, material, mesin , uang dan beberapa sumberdaya
lain dalam rangka mencapai tujuan organisasi tersebut. Orang- orang yang
terkumpul dalam sebuah organisasi sepakat untuk mencapai tujuan tertentu
melalui suatu sumber daya secara sistematis dan rasional yang terkendali dan
adanya pemimpin organisasi yang akan memimpin operasional organisasi dengan
terencana.
§ Pengertian Perusahaan
Perusahaan
adalah organisasi yang didirikan oleh seseorang atau sekelompok orang atau
badan lain yang kegiatannya melakukan produksi dan distribusi guna memenuhi
kebutuhan ekonomis manusia. Kegiatan produksi dan distribusi dilakukan dengan
menggabungkan berbagai faktor produksi, yaitu manusia, alam dan modal. Kegiatan
produksi dan distribusi umumnya dilakukan untuk memperoleh laba. Namun ada juga
kegiatan produksi yang tujuannya bukan untuk mencari laba.
B.
Pengertian Organisasi Perusahaan.
Organisasi Perusahaan adalah suatu proses dimana terdapat
orang-orang yang saling berkomunikasi dan berinteraksi pada perusahaan untuk
tujuan tertentu . Organisasi Perusahaan juga disebut suatu rangka dasar yang
menjadi tempat orang-orang melangsungkan kegiatannya untuk menerima, menyimpan,
mengolah, menyajikan informasi, dan merawat aktiva yang mencakup susunan staf,
alokasi tugas, dan tanggung jawab dalam mengelola data, memasok informasi untuk
pembuatan keputusan dan merawat aktiva
§
Proses Pengorganisasian Perusahaan.
Perencanaan adalah suatu proses
mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu,
dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Prencanaan adalah suatu
proses terpenting dari semua fungsi perusahaan karena dengan adanya Perencanaan
fungsi-fungsi lain akan berjalan dengan lancar.
Dalam Rencana dapat berupa Rencana
informal dan Rencana Formal. Yang dimaksud dengan Rencana Informal adalah suatu
rencana yang tidak tertulis dan merupakan bukan dari tujuan bersama anggota
suatu organisasi. Dan yang dimaksud dengan Rencana Formal adalah rencana
tertulis yang harus dilakukan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu.
Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi yang artinya pada
setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana tersebut. Rencana
formal dibuat agar mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang
apa-apa yang harus dilakukan.
§ Misi
Dan Tujuan Organisasi
Sebelum organisasi menentukan tujuannya,
terlebih dulu menetapkan misi / maksud organisasi. Misi adalah suatu pernyataan
umum dan abadi tentang maksud organisasi. Sedangkan Misi organisasi adalah
maksud khas (unik) dan mendasar yang membedakan organisasi dari
organisasi-organisasi lainnya dan mengidentifikasikan ruang lingkup operasi
dalam hal produk dan pasar. Semua
gagasan pada organisasi perusahaan didasarkan pada pra-anggapan yang
menghendaki pembagian proses kerja para manajer menjadi bagian-bagian yang
dapat dilaksanakan. Proses-proses itu berulangkali dinyatakan sebagai
"langkah-langkah dasar organisasi perusahaan", batu-batu fondasi
suatu perusahaan:
- Proses
perencanaan meliputi gagasan bahwa
manajemen mengantisipasi berbagai kondisi seperti peluang dan kendala di
masa depan, dan berusaha menetapkan lebih dulu apa yang harus mereka
lakukan dan apa yang akan mereka capai.
- Proses pengorganisasian
berarti menempatkan orang dan prasarana serta sarana dan sumberdaya dalam
suatu tata-hubungan yang kondusif untuk bekerja sama menuju sasaran
bersama.
- Proses pelaksanaan
meliputi pemberian arahan, perintah kerja, dorongan dan motivasi kerja,
serta pemecahan masalah. Sementara itu
- Proses pengendalian
dilakukan dengan pengamatan, mencermati laporan, dan melakukan inspeksi
supaya pekerjaan di semua bagian sesuai dengan persyaratan kualitas dan
ketentuan rencana hasil, dan sesuai dengan anggaran biaya.
§ Ciri
– ciri organinasi :
- Mempunyai tujuan & sasaran
- Mempunyai keterikatan format
dan tata tertib yang harus ditaati
- Adanya kerjasama dari sekelompok orang
- Mempunyai koordinasi tugas dan
wewenang
- Adanya keterkaitan format dan
tata tertib yang harus ditaati
C. UNSUR – UNSUR ORGANINASI :
Setiap bentuk organisasi akan
mempunyai unsur-unsur tertentu, yang antara lain sebagai berikut :
a)
Sebagai Wadah Atau Tempat Untuk
Bekerja Sama
Organisasi adalah merupakan suatu
wadah atau tempat dimana orang-orang dapat bersama untuk mencapai suatu tujuan
yang telah ditetapkan tanpa adanya organisasi menjadi saat bagi orang-orang
untuk melaksanakan suatu kerja sama, sebab setiap orang tidak mengetahui
bagaimana cara bekerja sama tersebut akan dilaksanakan. Pengertian tempat di
sini dalam arti yang konkrit, tetapi dalam arti yang abstrak, sehingga dengan
demikian tempat sini adalah dalam arti fungsi yaitu menampung atau mewadai
keinginan kerja sama beberapa orang untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam
pengertian umum, maka organisasi dapat berubah wadah sekumpulan orang-orang
yang mempunyai tujuan tertentu misalnya organisasi buruh, organisasi wanita,
organisasi mahasiswa dan sebagainya.
b) Proses Kerja Sama Sedikitnya Antar Dua Orang
Suatu organisasi, selain merupakan tempat kerja sama juga merupakan proses
kerja sama sedikitnya antar dua orang. Dalam praktek, jika kerja sama tersebut
di lakukan dengan banyak orang, maka organisasi itu di susun harus lebih
sempurna dengan kata lain proses kerja sama di lakukan dalam suatu organisasi,
mempunyai kemungkinan untuk di laksanakan dengan lebih baik hal ini berarti
tanpa suatu organisasi maka proses sama itu hanya bersifat sementara, di mana
hubungan antar kerja sama antara pihak-pihak bersangkutan kurang dapat diatur
dengan sebaik-baiknya.
c) Jelas tugas
kedudukannya masing-masing
Dengan adanya organisasi maka tugas dan kedudukan masing-masing orang atau
pihak hubungan satu dengan yang lain akan dapat lebih jelas, dengan demikian
kesimpulan dobel pekerjaan dan sebagainya akan dapat di hindarkan. Dengan kata
lain tanpa orang yang baik mereka akan bingung tentang apa tugas-tugasnya dan
bagaimana hubungan antara yang satu dengan yang lain.
d) Ada tujuan tertentu
Betapa pentingnya kemampuan mengorganisasi bagi seorang manajer. Suatu
perencana yang kurang baik tetapi organisasinya baik akan cenderung lebih baik
hasilnya dari pada perencanaan yang baik tetapi tidak baik.
§ Unsur-Unsur Pendukung Agar Bisa Berjalan Dan
Terlaksana, Berikut Unsur-Unsur Organisasi :
1) Man
Man (orang-orang), dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan sering
disebut dengan istilah pegawai atau personnel. Pegawai atau personnel terdiri
dari semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya
terdiri dari unsur pimpinan (administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi
dalam organisasi, para manajer yang memimpin suatu unit satuan kerja sesuai
dengan fungsinya masing-masing dan para pekerja (nonmanagement/workers). Semua
itu secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
2) Kerjasama
Kerjasama merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu perbuatan
yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena
itu, semua anggota atau semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya
dibedakan menjadi administrator, manajer, dan pekerja (workers), secara
bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
3) Tujuan
Bersama
Tujuan merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan
tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik
akhir tentang apa yang harus dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa
yang harus dicapai melalui prosedur, program, pola (network).
4) Peralatan
(Equipment)
Unsur yang keempat adalah peralatan atau equipment yang terdiri dari semua
sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal lainnya (tanah,
gedung/bangunan/kantor).
5) Lingkungan
(Environment)
Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi.
kebijaksanaan (policy), strategi, anggaran (budgeting), dan peraturan-peraturan
(regulation) yang telah ditetapkan. Dan juga beberapa tujuan tertentu,
§ Pemahaman Unsur-Unsur Organisasi
Unsur-unsur dasar organisasi
dipahami secara selektif untuk menciptakan evaluasi dan reaksi yang menunjukan
apkah yang dimaksud oleh setiap unsur dasar tersebut dan seberapa baik
unsur-unsur ini beroperasi bagi kebaikan anggota organisasi.
Unsur-unsur organisasi tidak secara langsung
menciptakan iklim komunikasi organisasi, tetapi bergantung pada persepsi
anggota organisasi mengenai :
a) Nilai hukum
dan peraturan tersebut
b) Kegiatan-kegiatan
yang dikenai hukum dan peraturan tersebut
§ Pengaruh
Komunikasi
Iklim komunikasi dapat menjadi salah
satu pengaruh yang paling penting dalam produktivitas organisasi, karena iklim
mempengaruhi usaha anggota organisasi. Usaha dalam hal ini merujuk kepada
penggunaan tubuh secara fisik dalam bentuk mengangkat, berbiara, atau berjalan,
dan memecahkan masalah.
Usaha biasanya terdiri atas 4 unsur :
- Aktivitas
- Langkah-langkah pelaksanaan kerja
- Kualias hasil
- Pola waktu kerja
Kesediaan untuk melakukan usaha
sungguh-sungguh atas nama organisasi adalah satu dari tiga factor komitmen
organisasi. Kepercayaan yang kuat serta penerimaan atas tujuan serta
nilai-nilai organisasi, dan keinginan yang besar untuk mempertahankan
keanggotaan dalam organisasi adalah dua factor komitmen organisasi lainya. Iklim
komunikasi dalam organisasi mempunyai konsekuensi penting bagi pergantian dan
masa kerja pegawai dalam organisasi. Iklim komunikasi yang positif cenderung
meningkatkan dan mendukung komitmen pada organisasi. Proses-proses interaksi
yang terlibat dalam perkembangan iklim komunikasi organisasi juga memberi andil
pada beberapa pengaruh penting dalam restrukturisasi, reorganisasi, dan dalam
menghidupkan kembali unsur-unsur dasar organisasi.
§ Kepuasan
Komunikasi Organisasi
Kepuasan atas komunikasi
kadang-kadang dikacaukan dengan iklim komunikasi , alasannya adalah bahwa
iklim, merupakan fungsi dari bagaimana kepuasan anggota terhadap komunikasi
dalam organisasi. Kepuasan menggambarkan suatu konsep individu dan konsep mikro
sedangkan iklim merupakan konsep makro dan konsep gabungan.
Kepuasan juga menggambarkan evaluasi atas suat keadaan
internal afektif, sedangkan iklim merupakan deskripsi kondisi eksternal bagi
indivivu. Iklim terdiri dari suatu citra gabungan entitas atau fenomena global,
seperti komunikasi atau organisasi. Kepuasan menggambarkan reaksi afektif
individu ata shasil-hasil yang dinginkan yang berasal dari komunikasi yang
terjadi dalam organisasi.
Istilah kepuasan komunikasi
digunakan untuk menyatakan keseluruhan tingkat kepuasan yang di rasakan pegawai
dalam lingkungan awl komunikasinya. Meskipun komunikasi terlihat bertumpang
tindih dengan iklim komunikasi.Kepuasan komunikasi ini cenderung memperkaya
gagasan iklim dengan menyoroti tingkat individu dan pribadi.
D. WEWENANG
Wewenang
adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan
atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu.Penggunaan wewenang
secara bijaksana merupakan faktor kritis bagi efektevitas organisasi. peranan
pokok wewenang dalam fungsi pengorganisasian, wewenang dan kekuasaan sebagai
metoda formal, dimana manajer menggunakannya untuk mencapai tujuan individu
maupun organisasi.Wewenang formal tersebut harus di dukung juga dengan
dasar-dasar kekuasaan dan pengaruh informal. Manajer perlu menggunakan lebih
dari wewenang resminya untuk mendapatkan kerjasama dengan bawahan mereka,
selain juga tergantung pada kemampuan ilmu pengetahuan, pengalaman dan
kepemimpinan mereka
§
Unsur yang ada di dalam wewenang
1. Wewenang
ditanamkan pada posisi seseorang. Seseorang mempunyai wewenang karena posisi
yang diduduki, bukan karena karakteristik pribadinya.
2. Wewenang
tersebut di terima oleh bawahan. Individu pada posisi wewenang yang sah
melaksanakan wewenang dan dipatuhi bawahan karena dia memiliki hak yang sah.
3. Wewenang
digunakan secara vertikal. Wewenang mengalir dari atas ke bawah mengikuti
hierarki organisasi.
E.
WEWENANG LINI,
STAFF DAN FUNGSIONAL
1.
Wewenang Lini
Dimiliki oleh manajer lini yang
mengambil keputusan untuk mencapai tujuan organisasi secara langsung. Dalam bagan organisasi,
wewenang lini digambarkan oleh garis yang menghubungkan manajemen puncak sampai ke
manajemen tingkat bawah.
2.
Wewenang Staff
Dilakukan oleh orang atau kelompok orang
yang memberikan jasa atau nasehat kepada manajer lini.
Staff ahli biasannya merupaka istilah yang menggambarkan posisi tersebut. Staff
ahli memberikan nasehat berdasarkan
keahlian, pengalamana, atau riset dan analisis yang diperlukan, termasuk bantuan pelaksanaan
kebijakan, monitor, dan pengendalian.
3.
Wewenang Fungsional
Kadang organisasi mempunyai manajer atau
departemen yang mempunyai wewenang fungsional. fungsi
keuangan dan akuntansi sering diberikan wewenang fungsional.
§ Delegasi
Wewenang
Dapat diartikan sebagai penugasan wewenang dan
tanggung jawab formal organisasi
kepada
orang lain, dalam hal ini karyawan. Wewenang dapat didelegasikan sesuai dengan
prinsip skalar dari manajemen klasik, yang
mengatakan bahwa garis wewenang harus ditetapkan dengan jelas dari manajemen puncak sampai
karyawan paling bawah. Delegasi wewenang bukan merupakan
pelepasan tanggung jawab.
§ Keuntungan
dan Halangan Delegasi Wewenang
Delegasi wewenang memungkinkan manajer menyelesaikan
lebih banyak pekerjaan daripada
kalau semuanya dikerjakan sendiri. Kadang bawahan mempunyai keahlian yang lebih dibandingkan dengan manajer untuk
hal-hal tertentu. Beberapa
manajer kadang enggan mendelegasikan wewenang karena tidak yakin akan kemampuan bawahan merasa mampu mengerjakan sendiri tidak efisien untuk mengajari
bawahannya melakukan tugas takut
wewenangnya akan berkurang, atau takut kalau bawahannya dapat melakukan tugas lebih baik dibandingkan dirinya. Karyawan kadang enggan menerima
delegasi wewenang karena beberapa alasan takut gagal merasa tidak ada penghargaan untuk
krja yang akan dilakukannya, atau tidak mau
menganggung
risiko semua risiko diserahkan atau
ditanggung oleh manajer.
§ Delegasi
Wewenang yang Efektif
a) Memutuskan
pekerjaan mana yang akan didelegasikan, karena tidak semua pekerjaan dapat didelegasikan.
b) Memutuskan
siapa yang akan memperoleh penugasan, dengan beberapa pertimbangan waktu yang dipunyai karyawan, kemampuan
yang dimiliki karyawan, dan kesempatan yang
akan
dimanfaatkan oleh karyawan.
c) Mendelegasikan
tugas, disertai dengan informasi dan pemberian wewenang yang cukup dan bentuk
hasil yang diharapkan.
d) Menetapkan Feedback, untuk memonitor
kemajuan yang dicapai oleh bawahan.
§ Sentralisasi vs Desentralisasi
a) Sentralisasi
Sentralisasi
adalah memusatkan seluruh wewenang kepada sejumlah kecil manajer atau yang berada di posisi puncak pada suatu
struktur organisasi. Sentralisasi banyak digunakan pada pemerintahan lama di Indonesia
sebelum adanya otonomi daerah. Kelemahan
dari sistem sentralisasi adalah di mana seluruh keputusan dan kebijakan di
daerah dihasilkan oleh orang-orang yang
berada di pemerintah pusat, sehingga waktu yang diperlukan untuk memutuskan sesuatu menjadi
lama. Kelebihan sistem ini adalah di mana pemerintah pusat tidak harus pusing-pusing pada
permasalahan yang timbul akibat perbedaan pengambilan keputusan, karena seluluh keputusan
dan kebijakan dikoordinir seluruhnya oleh pemerintah pusat.
b)
Desentralisasi
Desentralisasi
adalah pendelegasian wewenang dalam membuat keputusan dan kebijakan kepada manajer atau orang-orang yang
berada pada level bawah dalam suatu struktur organisasi. Pada saat sekarang ini banyak perusahaan
atau organisasi yang memilih serta menerapkan sistem desentralisasi karena dapat
memperbaiki serta meningkatkan efektifitas dan produktifitas suatu organisasi. Pada sistem pemerintahan yang
terbaru tidak lagi banyak menerapkan sistem sentralisasi, melainkan sistem otonomi daerah
atau otda yang memberikan sebagian wewenang yang tadinya harus diputuskan pada pemerintah
pusat kini dapat di putuskan di tingkat pemerintah daerah atau pemda. Kelebihan sistem ini adalah
sebagian besar keputusan dan kebijakan yang berada di daerah dapat diputuskan di daerah
tanpa adanya campur tangan dari pemerintahan di pusat. Namun kekurangan dari sistem
desentralisasi pada otonomi khusus untuk daerah adalah euforia yang berlebihan di mana wewenang
tersebut hanya mementingkan kepentingan golongan dan kelompok serta digunakan untuk
mengeruk keuntungan pribadi atau oknum. Hal tersebut terjadi karena sulit untuk dikontrol oleh
pemerintah di tingkat pusat.
F.
INFORMASI
informasi adalah
data yang sudah diolah menjadi suatu bentuk lain yang lebih berguna yaitu
pengetahuan atau keterangan yang ditujukan bagi penerima dalam pengambilan
keputusan, baik masa sekarang atau yang akan datang. Untuk memperoleh informasi
yang berguna, tindakan yang pertama adalah mengumpulkan data, kemudian
mengolahnya sehingga menjadi informasi. Dari data-data tersebut informasi yang
didapatkan lebih terarah dan penting karena telah dilalui berbagai tahap dalam
pengolahannya diantaranya yaitu pengumpulan data, data apa yang terkumpul dan
menemukan informasi yang diperlukan George R. Terry, Ph. D. menjelaskan,
berguna atau tidaknya informasi tergantung pada beberapa aspek, yaitu:
1.
Tujuan si penerima Apabila informasi itu
tujuannya untuk memberikan bantuan maka informasi itu harus membantu si
penerima dalam usahanya untuk mendapatkannya.
2.
Ketelitian penyampaian dan pengolahan data
penyampaian dan mengolah data, inti dan pentingnya info harus dipertahankan.
3.
Waktu Informasi yang disajikan harus sesuai
dengan perkembangan informasi itu sendiri.
4.
Ruang dan tempat Informasi yang didapat harus
tersedia dalam ruangan atau tempat yang tepat agar penggunaannya lebih terarah
bagi si pemakai.
5.
Bentuk Dalam hubungannya bentuk informasi
harus disadari oleh penggunaannya secara efektif, hubungan-hubungan yang
diperlukan, kecenderungan-kecenderungan dan bidang-bidang yang memerlukan
perhatian manajemen serta menekankan informasi tersebut ke situasi-situasi yang
ada hubungannya.
6.
Semantik Agar informasi efektif informasi harus ada hubungannya
antara kata-kata dan arti yang cukup jelas dan menghindari kemungkinan salah
tafsir. Jelaslah bahwa agar informasi itu menjadi berguna harus disampaikan
kepada orang yang tepat, pada waktu yang tepat, dan dalam bentuk yang tepat
pula. Tidak semua data merupakan informasi. Ada kantor-kantor yang menyimpan
data-data atau catatan yang sebenarnya tidak ada gunanya. Sebaliknya informasi
yang diperlukan dilengkapi dengan data.
§ Jenis-Jenis Informasi
a. Informasi berdasarkan fungsi adalah informasi berdasarkan
materi dan kegunaan informasi. Informasi jenis ini antara lain adalah informasi
yang menambah pengetahuan dan informasi yang mengajari pembaca (Informasi
edukatif). informasi yang menambah pengetahuan, misalnya, peristiwa-peristiwa
bencana alam, pembangunan daerah, kegiatan selebritis, dan sebagainya.
Informasi edukatif contohnya tulisan teknik belajar yang jitu, tips berbicara
di depan umum, cara jitu menjadi programmer komputer, dan sebagainya.
b. Informasi berdasarkan format
penyajian adalah informasi
berdasarkan bentuk penyajian informasi. Informasi jenis ini, antara lain berupa
foto, karikatur, lukisan abstrak, dan tulisan teks.
c. Informasi berdasarkan lokasi
peristiwa adalah
informasi berdasarkan lokasi peristiwa berlangsung, yaitu informasi dari dalam
negeri dan informasi dari luar negeri.
d. Informasi berdasarkan bidang
kehidupan adalah
informasi berdasarkan bidang-bidang kehidupan yang ada, misalnya pendidikan,
olahraga, musik, sastra, budaya, dan iptek.
G. KUALITAS
INFORMASI
Kualitas informasi (quality of
information) sangat dipengaruhi oleh 4 hal pokok, yaitu
- Informasi
harus Relevan, yang artinya informasi tersebut mempunyai manfaat oleh
pemakainya.
- Informasi
harus Akurat, yang artinya informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan
harus jelas mencerminkan maksudnya.
- Tepat
pada waktunya, yang artinya informasi yang diterima tidak boleh terlambat.
- Konsisten,
yang artinya informasi yang diterima sesuai dengan datanya tidak mengalami
perubahan yang tidak benar.
§ Fungsi Informasi, diantaranya:
- Meningkatkan
pengetahuan atau kemampuan pengguna,
- Mengurangi
ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan,
- Menggambarkan
keadaan sesuatu hal atau peristiwa yang terjadi.
§ Siklus Informasi
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa data diolah menjadi
suatu informasi, dan pada tahapan selanjutnya, sebuah informasi akan menjadi
data untuk terciptanya informasi yang lain, pada gambar diatas dapat dilihat
bahwa pada awalnya data dimasukkan kedalam model yang pada umumnya memiliki
urutan proses tertentu dan pasti, setelah diproses akan dihasilkan informasi
tertentu yang bermanfaat bagi penerima(level management)sebagai dasar dalam
membuat suatu keputusan atau melakukan tindakan tertentu. Dari keputusan atau
tindakan tersebut akan menghasilkan atau diperoleh kejadiaan – kejadiaan
tertentu yang akan digunakan kembali sebagai data yang nantinya akan dimasukkan
kedalam model (proses), begitu seterusnya sehingga tercipta sebuah siklus yang
berkesinambungan.
H. KARAKTERISTIK
INFORMASI
Setiap informasi, memiliki beberapa karakteristik yang
menunjukan sifat dari informasi itu sendiri. Karakteristik –karakteristik
informasi tersebut antara lain adalah:
a) Benar atau salah, karakteristik
tersebut berhubungan dengan sesuatu yang realitas atau tidak dari sebuah
informasi.
b) Baru, sebuah
informasi dapat berarti sama sekali baru bagi penerimanya.
c) Tambahan,
sebuah informasi dapat memperbaharui atau memberikan nilai tambah pada
informasi yang telah ada.
d) Korektif,
sebuah informasi dapat menjadi bahan koreksi bagi informasi sebelumnya, salah
atau palsu.
e) Penegas,
informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada, hal ini masih berguna
karena dapat meningkatkan persepsi penerima atas kebenaran informasi tersebut.
§ Nilai Informasi
Nilai suatu informasi berhubungan
dengan keputusan. Hal ini berarti bahwa bila tidak ada pilihan atau keputusan,
informasi menjadi tidak diperlukan. Keputusan dapat berkisar dari keputusan
strategis jangka panjang, sedangkan parameter untuk mengukur nuilai sebuah
informasi tersebut, ditentukan dari dua hal pokok yaitu:
Manfaat (use)
Biaya (cost)
suatu
informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan
biaya untuk mendapatkannya dan sebagian besar iinformasi tidak dapat ditaksir
keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai
efektivitasnya.
§ Usia
Informasi
Usia sebuah informasi berhubungan dengan waktu digunakannya
informasi yang terkandung dalam sebuah laporan, sebagai contoh, laporan yang
bersifat periodik akan lebih jelas menggambarkan usianya, seperti laporan
operasi bulanan, laporan posisi keuangan pada akhir sebuah periode dan
lain-lain.
Pada dasarnya, usia sebuah informasi dapat dibedakan menjadi
2 jenis yaitu :
1)
Usia
informasi berdasarkan data kondisi, merupakan usia informasi yang
berhubungan dengan sebuah titik waktu,
sebagai contoh adanya persediaan barang per 31 des 2002 dalam laporan inventory.
2)
Usia
informasi berdasarkan data operasi, merupakan usia informasi yang mencerminkan
terjadinya perubahan data selama satu periode waktu, sebagai contoh dalam
laporan penjualan barang dalam seminggu dari tanggal 1 s/d 7 agust 2003.
I.
MUTU INFORMASI
Dalam sebuah telaah yang dibuat oleh
adam mengenai sikap manajemen terhadap sistem informasi, 75 % manajer menilai
peningkatan kualitas, kuantitas dan mutu hampir identik dampaknya terhadap
prestasi kerja, tetapi apabila diminta
memilih, maka 90 5 lebih menyukai peningkatan dalam mutu informasi dibandingkan
terhadap kuantitasnya. Informasi bervariasi dalam mutunya karena adanya bias
atau kesalahan, bias tampak pada contoh seorang wiraniaga yang cenderung
menaksir penjualan yang diharapkan terlalu tinggi atau yang memberikan tanggal
pengiriman tidak realistis, bila bias ini diketahui oleh penerima informasi,
makaia akan dapat mengadakan penyesuaian, persoalannya adalah mendeteksi bias
tersebut, karena mengadakan penyesuaian biasanya tidak sulit.
Kesalahan adalah persoalan yang lebih gawat karena terhadap
hal ini tidak dapat dilakukan penyesuaian sederhana, kesalahan dapat disebabkan
oleh:
1. Metode
pengumpulan dan pengukuran data yang salah
2. Tidak
mengikuti pengolahan prosedur yang benar
3. Data
hilang atau tidak terolah
4. Kesalahan
mencatat atau mengoreksi data
5. File
histories / induk yang salah ( atau keliru memilih file histories ).
6. Kesalahan
dalam prosedur pengolahan ( misal kesalahan program computer )
7. Kesalahan
yang disengaja
Dalam kebanyakan sistem informasi, penerima informasi tidak
memiliki pengetahuan tentang bias atau kesalahan yang dapat mempengaruhi mutu
informasi tersebut, proses pengukuran yang menghasilkan laporan dan ketepatan
data di dalam laporan secara tak langsung menyatakan bahwa ketepatannya tidak
terjamin. Sebagai contoh, sebuah laporan
sediaan barang dapat memperlihatkan bahwa ada tersedia 347 buah widget, tetapi
angka ini mungkin berdasarkan pada sebuah buku sediaan barang (invertaris)
yang malar (perpetual), kemungkinan adanya berbagai kesalahan dalam mencatat
pengeluaran dan penerimaan barang dan sebagainya berarti besar terjadinya
kesalahan kecil, dan kadang – kadang, kesalahan besar.
Hal ini menjadi alasan mengapa diadakan penghitungan fisik
secara periodik untuk memper baiki buku sediaan barang, kesulitan akibat bias
dapat ditangani dalam pengolahan informasimelalui prosedur – prosedur untuk
mencari dan mengukur bias kemudian menyesuaikannya. Kesulitan menghadapi
kesalahan dapat diatasi dengan:
1. Pengendalian
intern untuk mengetahui kesalahan.
2. Audit
intern dan ekstern.
3. Menambahkan
“ batas – batas kepercayaan “ pada data.
4. Intruksi
pemakai dalam prosedur pengukuran dan pengolahan dapat menilai kesalahan yang
mungkin terjadi.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
Kesimpulan
Organisasi adalah sebuah perkumpulan atau wadah bagi
sekelompok orang untuk bekerja sama, terkendali dan terpimpin untuk tujuan
tertentu.
Organisasi Perusahaan adalah suatu proses dimana terdapat orang-orang yang
saling berkomunikasi dan berinteraksi pada perusahaan tersebut. Perencanaan
adalah suatu proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk
mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Sebelum organisasi menentukan tujuannya,
terlebih dulu menetapkan misi / maksud organisasi. Ciri – ciri organinasi Mempunyai tujuan & sasaran, Mempunyai keterikatan format dan tata tertib yang
harus ditaati, Adanya kerja sama dari sekelompok orang Mempunyai koordinasi tugas dan wewenang Adanya keterkaitan format dan tata tertib yang harus
ditaati.Setiap
bentuk organisasi akan mempunyai unsur-unsur tertentu, yang antara lain sebagai
berikut : Sebagai
Wadah Atau Tempat Untuk Bekerja Sama, Proses Kerja Sama Sedikitnya Antar Dua Orang, Jelas tugas kedudukannya masing-masing, Ada tujuan tertentu, Lingkungan
(Environment).
Informasi adalah data yang sudah diolah
menjadi suatu bentuk lain yang lebih berguna yaitu pengetahuan atau keterangan
yang ditujukan bagi penerima dalam pengambilan keputusan, baik masa sekarang
atau yang akan datang. berguna atau tidaknya informasi tergantung pada beberapa
aspek, yaitu: Tujuan si penerima, Ketelitian penyampaian dan
pengolahan data, Waktu, Ruang dan tempat, Bentuk, Semantik.
DAFTAR PUSTAKA
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18766/5/Chapter%20I.pdfhttp://faisal14.wordpress.com/2010/02/01/contoh-makalah-peran-manajer-dalam-mengelola-konflik-organisasi/
http://maksumpriangga.com/cara-mengatasi-konflik-dalam-perusahaan.html
http://panduzone.blogspot.com/2010/10/peran-organisasi-dan-metode-dalam.html
http://amahabas.wordpress.com/diary/teori-organisasi-umum/tugas-1/method/
http://stiedewantara.blogspot.com/2007/09/handout-organisasi-perusahaan-pt-ke-i.html
http://aliscabling.wordpress.com/2011/01/19/permasalahan-organisasi-dalam-perusahaan/
http://anggipay.blogspot.com/2011/10/tulisan-2-teori-organisasi-umum.html
http://www.anneahira.com/perusahaan-16571.htm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar